Backlink

Backlink, backlink, dan backlink. Kalau ngobrol masalah SEO, pasti kata tersebut ambil bagian.

 

Banyakin backlink kalau mau dapat ranking bagus di search engine! Submit ke social bookmark untuk dapat backlink!


Namun sebenarnya, makhluk apa sih backlink itu? Sejenis undur-undur-kah? Atau masih ada hubungannya dengan spesies monyet biru? Bagi yang sudah mengenal jauh tentang SEO tentu akan manggut-manggut saja.

 

Tapi bagi newbie, mendengar kata backlink mungkin akan sama membingungkannya dengan pada saat mereka mendengar nama domain “llanfairpwllgwyngyllgogerychwyrndrobwyll-llantysiliogogogoch.com“. Nah supaya gak bingung lagi, mari kita intip bersama sosok sebenarnya dari backlink.

Apa Itu Backlink?
Bahasa sederhananya, backlink atau tautan balik adalah link atau tautan yang didapat oleh situs kita dari situs lain. Misalnya, situs A memberikan link ke situs B, ini berarti situs B baru saja mendapat backlink dari situs A. Berarti pula, situs B saat ini memiliki 1 buah backlink. Tidak susah kan konsepnya?

Macam Backlink

Dari arusnya, backlink dapat dibedakan menjadi 3 bagian:

  • One-way backlink

  • Two-way backlink

  • Three-way backlink

Yang pasti menjadi pertanyaan, mana di antara ketiganya yang paling baik? Jawabannya tergantung dari dua skenario berikut ini:
  • Apabila situs yang memberikan backlink sudah terkenal dan memiliki posisi bagus di mesin pencari, maka backlink yang baik adalah tipe One-Way.
  • Apabila situs yang memberikan backlink belum terkenal dan belum memiliki posisi bagus di mesin pencari (atau termasuk dalam dummy blog), maka backlink yang baik adalah tipe Three-Way.

Natural Backlink
Kondisi Natural Backlink atau backlink alami terpenuhi apabila backlink disisipkan dalam konten atau artikel dan dalam bentuk kalimat sehingga terkesan natural. Kebanyakan pemula mengira bahwa untuk mendapat backlink cukup dengan menyertakan link ke situs yang bersangkutan di bagian sidebar, padahal ini tidak tepat dan kurang optimal hasilnya. Selain itu, rawan dianggap sebagai paid link.

Text vs Banner
Satu lagi yang perlu diperhatikan, yang dihitung sebagai backlink oleh mesin pencari adalah link yang berupa teks (atau text link), bukan link yang ada dalam bentuk banner (banner link).

PageRank vs SERP
Apa sebenarnya tujuan dari mengumpulkan backlink? Menaikkan PageRank? Atau mendapatkan posisi yang baik di mesin pencari? Kedua jawaban tersebut memang benar, namun pada prakteknya ada sedikit perbedaan implementasi.

Untuk menaikkan PageRank, backlink yang kita miliki harus:
  • Berasal dari situs dengan topik sejenis.
  • Berasal dari situs yang PageRank-nya lebih tinggi. Namun tidak ada salahnya mengumpulkan backlink dari situs ber-PR berapapun karena tetap akan diperhitungkan dalam penilaian PageRank.

Sedangkan apabila tujuan kita adalah untuk menaikkan ranking di search engine, maka:
  • Backlink dapat dikumpulkan dari berbagai situs. Tapi tetap saja, utamakan backlink dari situs bertopik sejenis. Backlink usahakan berupa Natural Backlink.
  • Backlink harus menggunakan variasi keyword yang dibidik pada anchor text. Usahakan pula untuk melakukan deep linking atau link ke halaman-halaman lain pada situs yang bersangkutan.


Sumber Backlink

Pokok bahasan terakhir, darimana saja kita bisa mengumpulkan backlink? Atau, bagaimana caranya mendapatkan backlink sebanyak-banyaknya?

  • Submit situs kita ke situs-situs social bookmarking. Yang perlu diingat, tidak semua situs social bookmark sekarang menghasilkan backlink.
  • Membuat artikel menarik yang dapat memancing backlink.

Sebetulnya masih banyak lagi, jadi silahkan berkreasi sendiri saja. Yang jelas, HINDARI menggunakan tool-tool yang mengklaim bisa menghasilkan ribuan backlink bagi situs sobat dalam hitungan jam atau hari. Selain tidak efektif, juga 99% berpotensi dianggap spam oleh mesin pencari. Semoga bermanfaat ..


Artikel ini ditulis oleh Cosa Aranda dan pertama kali dipublikasikan pada tanggal 25 February 2008. Artikel ini disponsori oleh LowonganPekerjaan.Net, situs penyedia informasi lowongan kerja terbaru. Artikel bebas untuk didistribusikan ulang untuk keperluan non-komersil selama mencantumkan nama penulis dan sumber artikel serta tidak merubah isi.

Poskan Komentar