BAGAI MANA NASIB JAKARTA 20 TAHUN LAGI???



BAGAI MANA NASIB JAKARTA 20 TAHUN LAGI???


Mari kita ke Jakarta. Sebuah kota megapolitan yang merupakan Ibukota dari negara kita, Indonesia. Ada apa saja di Jakarta? Ada segalanya kawan. Mall, bangunan real estate, apartemen, hotel-hotel mewah, gedung-gedung pencakar langit yang megah, bahkan hiburan malam yang menggiurkan. Namun jangan kaget saat kamu pertama kali menginjak tempat ini. loh emang kaget kenapa?


Pertama, untuk sambutannya Kota Jakarta akan menyapa kalian dengan yang namanya macet. Itu baru sambutan, sementara atau menu utamanya :D




Nih lihat aja foto JAKARTA , bersih,rapih,tanpa polusi,









Oops sory salah foto sob, ini sih foto kota L.A di Amerika hehehe... kapan yah jakarta kayak gitu??? bersih rapih bebas polusi pastinya, Padahal orang amerika kaya-kaya sob, tapi kok gk ada yang naik mobil ya??? liat aja tuh jalananya, kok bisa ya??? Jelas aja bisa, karena "Kesadaran diri" penduduk sana itu hebat, Itulah yang belum bisa di terapkan di negara kita sob..







Nah bandingin aja ama yang satu ini :D "Inilah menu utama yang ada di JAKARTA.

NB: foto ini bukan rekayasa/hasil editing photoshop









wah wah wah mantep ya sob??? jauh banget ya perbedaanya :D tiap hari volume kendaraanya bertambah, nah kira-kira 20 tahun lagi kek gimana ya?? :D bayangin aja deh sendiri .




Nah ini MENU kedua JAKARTA sob,

NB: asap ini bukan rekayasa editing, atau bukan asap di panggung loh sob :D









Menurut catatan Badan kesehatan INDONESIA, asap ini membunuh manusia lebih dari 380 jiwa per tahun,

W.O.W sambil jukir balik, keren kan IBU KOTA INDONESIA kita???




Nah ini menu ketiganya

NB: foto bukan foto orang lagi lomba nangkap ikan

















Kalo menu ketiga ini yang paling meresahkan sob... Soalnya kata para peramal, "JAKARTA MISSING 2050", itu masih katanya sih, mudah-mudahan kata peramal salah...




"Fenomena ini menyebabkan debit Sungai Ciliwung pada 17 Januari 2013 lebih dari 650 m3/detik. Sehingga, sungai meluap melampaui tanggul dan menyebabkan banjir di pusat Kota Jakarta," kata Kepala Bidang Teknologi Mitigasi Bencana BPPT, Dr Udrekh, Jumat.


Teknologi Radar Cuaca BPPT mampu memantau pergerakan curah hujan ekstrem dengan resolusi 500 meter (ukuran sel terkecil yang dapat dideteksi). Datanya dapat disediakan setiap 6 menit. Data ini merupakan data penting untuk mendeteksi fenomena ekstrem yang dapat menyebabkan banjir.Informasi intensitas hujan dan informasi pendukung lainnya juga ditampilkan dalam bentuk informasi spasial yang dapat diakses oleh masyarakat dan pengambil keputusan melalui web, sms, smart phone maupun jejaring sosial loh sob.


Tapi bukan hanya karena itu saja, Penyerapan air di jakarta juga kurang cepat, satu di sebabkan oleh tempat resapanya udah ketutup bangunan, kedua karena tanah jakarta lebih rendah dari laut... maknya daya resap tanah tidak begitu kuat, yang ketiga ini, di sebabkan oleh tersumbatnya saluran air oleh sampah-sampah yang di hasilkan oleh penduduk jakarta... itu lah karya negara kita kalo gak sampah kotoran, ya sampah masarakat, kapan rasa kesadaran diri kita bisa terwujud??? ya kembali ke diri masing-masing aja ya sob...


Kapan yah sob jakarta bisa kaya gini??? Bersih indah dan rapih......






Udah dulu ya sob... semoga posting gue bermanfaat buat kita semua, terimakasih ya sob udah mau berkunjung ke blog gue, masih acak-acakan, soalnya gue baru belajar ngeblog :D, "salam bloger indonesia"




Poskan Komentar