Mitos Cacing Sebagai Obat tipes/typus



horausah Banyak orang mengatakan cacing untuk obat typus itu salah kaprah..?
Apanya yang salah menggunakan cacing untuk pengobatan penyakit typus atau yang kondang disebut tipes..?
Apalagi mengatas namakan cacing sebagai obat tipes tradiosional...?
cacing sebagai obat tipes tradisional..?

Jadi,,, jangan asal ngomong cacing itu bisa menyembuhkan penyakit tipes kalau belum tahu ilmu dan dasarnya,salah salah orang lain malah mati gara gara minum cacing untuk pengobatan tipesnya,sekali lagi para dokter menghimbau, jangan salah kaprah dengan mengatakan cacing sebagai obat tipes.

Semua pernyataan tentang cacing mampu mengobati penyakit typus atau tipes di atas tentu ada alas an dan dasarnya kenapa mbah daur mengatakan salah kaprah alias salah fatal berikut beberapa cara orang yang salah kaprah menggunakan cacing sebagai obat penyakit typus/tipes

Beberapa orang yang merasa penyakit tifus ini sering menjadi langganannya biasanya sudah hapal akan gejala gejala tifus. Biasanya akan diawali dengan demam tinggi dan menggigil selama beberapa jam terutama di malam hari disertai rasa mual. Nah, pada tahap ini mereka sudah tahu, kalau 'penyakit langganan' akan datang mengganggu kesehatan. Keesokan paginya ketika bangun tidur, kepala akan mulai pusing dan pening.

Sebelum nafsu makan benar-benar drop, tips mereka adalah: langsung makan yang banyak, walau rasanya tidak enak di lidah, tapi motivasikan diri anda kalau ingin cepat pulih dan segera beraktifitas. Tidak lupa untuk meminum 3 kapsul cacing setelah makan, 3 kali sehari. Bila dirasa sakitnya sudah meningkat ditandai dengan gejala muntah-muntah, 3 kapsul cacing dapat ditambah dengan obat antibiotik seperti Amoxicillin (lebih baik dengan resep dokter). Jangan lupa, makan teratur, hindari makan makanan asam, pedas, dan soda bila perut anda kosong, akan lebih baik untuk mencegah penyakit ini datang.

Ketika kita mencari obat demam atau tifus di toko obat cina, penjual akan menyarankan supaya menggunakan cacing kering untuk direbus dan diminum airnya, atau kalau tidak suka dengan baunya yang cukup menyengat, bisa memakan dalam bentuk kering yang sudah dimasukkan dalam kapsul. Cacing kering yang diberikan itu adalah jenis Ph. Aspergillum. Penelitian telah banyak dilakukan untuk mengetahui efek farmakologi cacing tanah terhadap penyakit tifus. Dalam kasus penyakit tifus, ekstrak cacing tanah bisa bekerja dari dua sisi, yaitu membunuh bakteri penyebabnya sekaligus menurunkan demamnya.

Ada obat tradisional yang sampai sekarang diandalkan sebagian masyarakat, yaitu Cacing Tanah (Cacing Kalung, Pheretima aspergillum). Dulu ketika khasiat Cacing Tanah ini belum terbukti secara medis, masyarakat pedesaan sudah sering mempergunakannya untuk mengobati sakit tifus, maag, dan perut kembung dengan cara meminum air rebusannya, yang dapat dicampur dengan madu atau kunyit supaya terasa “enak”. Kini cacing sudah dikemas dalam berbagai bentuk, termasuk dalam bentuk kapsul praktis
yang terjangkau harganya yang dapat diperoleh di toko obat atau apotek terdekat.


Resiko bahaya mengolah cacing sendiri sangat besar, biasanya orang asal-alalan seperti di bawah:
  1. -Cacing yang dipergunakan untuk obat adalah bukan cacing tanah melainkan cacing gelang,cacing perut dsb.
  2. -Cacing yang dipergunakan untuk obat tanpa dibersihkan terlebih dahulu.
  3. -Cacing yang dipergunakan untuk obat adalah cacing yang sudah beberapa hari mati takutnya sudah terkena bakteri berbahaya.
  4. -Cacing yang dikonsumsi sebagai obat melebihi dosis (berlebihan).
  5. -Ketika mengolah cacing untuk obat tipes tercampur bahan kimia berbahaya.
  6. -Disaat minum cacing sebagai obatnya bukan diminum dengan air minum bersih melainkan air yang berkarbonasi(bersoda).
  7. -Minum cacing sebagai obat dibarengi dengan mengkonsumsi obat2an yang lain,misalnya obat yang telah di berikan/anjurkan dokter .
KANDUNGAN DALAM CACING TANAH Berdasarkan Penelitian Cacing Tanah Setelah saya mencari seluk beluk cacing dan penelitianya cacing tanah adalah sumber protein sangat tinggi. Lumbricus Malaccus mencapai 66-78 %, mempunyai protein alami asam omega 3 dan asam amino paling lengkap. Kandungan enzimnya antara lain; Terdapat kandungan Enzim Lumbrokinase, yang menormalkan tekanan darah, Terdapat kandungan enzim Peroksidase dan Katalase sangat efektif dalam penyembuhan penyakit degeneratif seperti, diabetes mellitus, kolesterol tinggi dan rematik. Terdapat kandungan Enzim Selulase dan Lignase mengatasi gangguan pencernaan atau maag. Terdapat kandungan Kandungan lain yang dimiliki adalah Arachidonicacid efektif sebagai penurun suhu tubuh, Terdapat kandungan Zat penghambat perkembangan kuman Salmonella typhimurium, Terdapat kandungan scherichia coli, Staphylococcus albus, Terdapat kandungan Bacillus cereus, Terdapat kandungan Listeria monocytogenes, Terdapat kandungan efektif untuk dan sebagai cara mengobati tipes ,diare dan lain-lain.
Nah demikian beberapa alasan mengapa para pakar kesehatan mengatakan cacing sebagai obat penyakit typus/tipes. "Saya minta maaf atas kesalahan saya kemarin "Semoga bermanfaat"

12 comments

Obat medis jg bisa jadi berbahaya jika diminum dengan oli bekas

Reply

Mendingan g usah nulis..awalannya doang yg bagus

Reply

gan, ane sakit tipes sampai stadium lanjut dan dalam 2 hari pengobatan dari cacing tanah ane sembuh total.
jadi jgn bikin posting yg g berguna.
tipes itu juga bisa bikin mati meskipun pengobatan cacing klo telat ya bikin mati.

Reply

kamu yang ga bener belum tau kasiat cacing ngomong asal aja kalau ga tau ilmu kesehatan ga usah cerita aku sendiri terbukti sembuh ,jadi orang jangan sok pinter

Reply

Jual Cacing kering untuk penyakit Typus, hepatitis dll. harga 50rb = 3 bungkus untuk 6 kali seduh/minum. untuk daerah jakarta dan bandung onkir gratis, pesan hari ini besok sampe. berminat Hub. 081221415838 atas nama Dede Hermawan. trims

Reply

Sabar mas, kita harus menghargai karya orang lain, apun itu. Mungkin pembaca jg harus tahu tentang fakta dan kebenaran atas kondisi jiwa sang penulis. Mungkin agan yg sedang menulis artikel ini punya usaha apotik atau sejenisnya. dan mungkin penjualan obatnya menjadi sepi sejak bermunculannya obat tradisional yang nggak kalah manjur dan harga lebih murah plus tanpa efek samping. jadi saya menganggap wajar saja karena sang penulis lagi sedang galau. kelihatannya kondisi psikis sang penulis juga kurang stabil akibat depresi yang menimpanya. atau mungkin karena kebanyakan komsumsi pengobatan kimiawi, kan ente juga pada tahu efek jangka panjangnya seperti apa, dan dia termasuk salah satu korbannya.

Buat penulis : Semoga penderitaan anda segera berakhir... =_='

Reply

nek nulis artikel nganggo emosi, patut e sampean ojo nulis blog, tapi dadi sutradara film antagonis wae mas...
ngomong dudu ngarahne, tapi nggawe seng mboco juga dadi emosi....

Reply

Benar juga , kita harus ngerti kondisi jiwa sang penulis di blog ini.

Reply

ya lumayan daripada tu orang nganggur, heheheh

Sekaarang ini sudah banyak produk cacing yang dikemas kapsul
Atau herbal yang ada kandungan cacingnya...
Msalya kapsul cacing ini

Reply

Poskan Komentar